Jangan sombong, selalulah rendah hati


Google image

Karakter positif orang beriman antara lain adalah “TAWADHU’” (rendah hati). Tidak menganggap  dirinya hebat dan memandang sebelah mata orang lain. Tawadhu’ adalah amalan hati yg tercermin dalam perilaku sehari-hari, tak mudah patah hati bila tak dipuji dan pandai memelihara hatinya, cermat dan bersungguh-sungguh mendengar pendapat orang lain, pandai berterima kasih dan mengucapkan terima kasih, terbiasa menghargai pendapat, upaya, jerih payah, karya orang lain atau mitra kerjanya, tidak pendendam dan berperilaku pemaaf. Tidak mudah mengklaim suatu sukses sebagai miliknya, walau besar andil dan perannya. Keberhasilan kerja baginya tidaklah dinilai dari pujian dan penghargaan yang diraih.

Ia akan terus bekerja, berkarya dan tidak berhenti dengan atau tanpa pujian/penghargaan. Dia pun tidak menganggap dirinya paling berperan/berjasa dalam suatu amal usaha. Bila ada orang memujinya, ia menyebut itu semata-mata berkat pertolongan Allah dan kerjasama semua pihak. Ia tidak ingin menyakiti hati mitra kerjanya, teman-temannya, sahabat-sahabatnya. Pribadi tawadhu’ tak akan jera mengukir prestasi dan memancangkan asa demi kemuliaan hakiki semata-mata demi keridhoan Allah semata.

Sebaliknya pribadi yang tinggi hati hati (sombong) selalu meremehkan orang lain, jarang memberikan apresiasi terhadap karya orang lain, serta enggan mengucapkan terima kasih, apalagi meminta maaf bila bersalah. Al Quran mencela orang yang menganggap dirinya paling benar dan suci, orang lain bersalah dan berdosa.

Menjadi pribadi yang tawadhu’ tidak menjadikan seseorang hina di mata orang lain. Allah SWT sendiri yang akan mengangkat derajatnya. Seperti hadist,  Tidaklah seseorang itu bersikap tawadhu’ kepada Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya. (HR Muslim)

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia. Bila seseorang rendah hati maka kemuliaan diri yang akan timbul. Tapi apabila rendah diri yang melekat kehinaan dirilah yang akan muncul.

Sama-sama menggunakan kata “rendah” namun memiliki makna yang sangat berbeda. Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.  Setiap perilakunya senantiasa menghormati siapa pun tanpa melihat umur, jabatan maupun kedudukan,

Sedangkan rendah diri adalah sifat yang melekat pada diri sesorang yang mengangap dirinya lebih rendah dari orang lain, sehingga setiap saat dirundung dengan sikap malu, minder, sukar bergaul dan pesimis.

Ada suatu kisah yang sangat baik untuk kita teladani agar kita jangan sombong dihadapan Allah SWT.

Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, Fakultas Pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan banyak dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.

Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu Fakultas di negara Mesir, berdiri seorang Mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, “Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang !.”

Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas Mahasiswa dan Dosen di kampus tersebut. Menit demi menitpun berjalan dengan cepat, hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang Mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang Mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan dan tantangan sembari berkata kepada rekan-rekannya, “Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya ?.”

Para Mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, “Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu.” Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.

Sementara si Mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil ‘aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab. Dia masuk rumah dan rupanya Sang Ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan Sang Ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, Sang Anak ini bergegas sebentar ke ‘Wastafel’ di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba saja dia terjatuh tanpa sebab dan tersungkur begitu saja, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.

Dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya !!.

Mengenai hal ini, Dr.’Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, “Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai !.”

Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati?!!!. (Sumber: Majalah “al-Majallah”, volume bulan Shafar 1423 H seperti yang dinukil oleh Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya “Nihâyah azh-Zhâlimîn”, Seri ke-9, h.73-74)

Siapa pun mutlak harus menjauhi sefat rendah diri. Percantik diri dengan sifat rendah hati agar dicintai semua karyawan, rekan kerjannya juga orang lain.

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Al Furqaan 63)

“Dan tundukkanlah sayapmu -yakni rendahkanlah dirimu- kepada kaum mu’minin.” (al-Hijr: 88)

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa yang surut kembali dari agamanya -yakni menjadi orang murtad-, maka Allah nanti akan mendatangkan kaum yang dicintai olehNya dan merekapun mencintai Allah. Mereka itu bersikap merendahkan diri -lemah lembut- kepada kaum mu’minin dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir.” (al-Maidah: 54)

Dari ‘Iyadh bin Himar r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepadaku, hendaklah engkau semua itu bersikap tawadhu’, sehingga tidak ada seorang yang membanggakan dirinya di atas orang lain -yakni bahwa dirinya lebih mulia dari orang lain- dan tidak pula seorang itu menganiaya kepada orang lain -karena orang yang dianiaya dianggapnya lebih hina dari dirinya sendiri-.” (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidaklah sedekah itu akan mengurangi dari harta seseorang dan tidaklah Allah menambahkan seseorang itu dengan pengampunan melainkan ditambah pula kemuliaannya dan tidaklah seseorang itu bertawadhu’  karena mengharapkan keridhaan Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajat orang itu.” (Riwayat Muslim)

Jangan sombong. Sebab jangankan manusia, Allah saja benci terhadap orang yg sombong. Allah Ta’ala berfirman: “Janganlah engkau semua melagak-lagakkan dirimu sebagai orang suci. Allah adalah lebih mengetahui kepada siapa yang sebenarnya bertaqwa.” (an-Najm: 32).

”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (Al Israa’:37)

”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman:18)

Nabi berkata bahwa orang yang sombong meski hanya sedikit saja niscaya tidak akan masuk surga: Dari Ibnu Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakaiannya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]

(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min:76]

Abi Salamah meriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr bertemu dengan Ibn Umar di Marwah. Keduanya kemudian turun dan berbicara satu sama lain. Selanjutnya Abdullah bin Amr berlalu dan Ibn Umar duduk sambil menangis tersedu-sedu. Ketika ditanya tentang apa yang membuatnya menangis, beliau menjawab: “Laki-laki ini (yakni Abdullah bin Amr) telah mengaku bahwa dia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong, maka Allah Swt akan menimpakan api neraka ke arah wajahnya” (Baihaqi)

Mengapa Iblis yang dulu begitu mulia dan rajin bertasbih dan beribadah kepada Allah di surga dengan para malaikat akhirnya diusir Allah dari surga dan dikutuk selama-lamanya? Karena Iblis itu sombong:

“Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.” Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk.
Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” (Shaad 75-78)

Ada kisah yang menarik tentang seorang ahli ibadah yang sombong, walaupun cuma satu kata keluar dari mulutnya tentang kesombongan dirinya, malah Rasul menyuruh bunuh orang tersebut. Begini ceritanya:

Dari Anas berkata : Ada seorang lelaki pada zaman Rasulullah berperang bersama Rasulullah dan apabila kembali (dari peperangan) segera turun dari kendaraannya dan berjalan menuju masjid nabi melakukan shalat dalam waktu yang lama sehingga kami semua terpesona dengan shalatnya sebab kami merasa shalatnya tersebut melebihi shalat kami, dan dalam riwayat lain disebuntukan kami para sahabat merasa ta’ajub dengan ibadahnya dan kesungguhannya dalam ibadah, maka kami ceritakan dan sebuntukan namanya kepada Rasulullah, tetapi rasulullah tidak mengetahuinya, dan kami sifatkan dengan sifat-sifatnya, Rasulullah juga tidak mengetahuinya, dan tatkala kami sedang menceritakannya lelaki itu muncul dan kami berkata kepada Rasulullah: Inilah orangnya ya Rasulullah.

Rasulullah bersabda : ”Sesungguhnya kamu menceritakan kepadaku seseorang yang diwajahnya ada tanduk syetan.”

Maka datanglah orang tadi berdiri di hadapan sahabat tanpa memberi salam.

Kemudian Rasulullah bertanya kepada orang tersebut : ”Aku bertanya kepadamu, apakah engkau merasa bahwa tidak ada orang yang lebih baik daripadamu sewaktu engkau berada dalam suatu majelis?”

Orang itu menjawab: “Benar”.

Kemudian dia segera masuk ke dalam masjid dan melakukan shalat dan dalam riwayat kemudian dia menuju tepi masjid melakukan shalat.

Kemudian berkata Rasulullah: ”Siapakah yang akan dapat membunuh orang tersebut ?”.

Abu Bakar segera berdiri menuju kepada orang tersebut, dan tak lama kembali.

Rasul bertanya : Sudahkah engkau bunuh orang tersebut?

Abu Bakar menjawab : ”Saya tidak dapat membunuhnya sebab dia sedang bersujud”.

Rasul bertanya lagi : ”Siapakah yang akan membunuhnya lagi? ”.

Umar bin Khattab berdiri menuju orang tersebut dan tak lama kembali lagi.

Rasul berkata: ”Sudahkah engkau membunuhnya?”.

Umar menjawab: ”Bagaimana mungkin saya membunuhnya sedangkan dia sedang sujud”.

Rasul berkata lagi ; “Siapa yang dapat membunuhnya ?”.

Ali segera berdiri menuju ke tempat orang tersebut, tetapi orang tersebut sudah tidak ada ditempat shalatnya, dan dia kembali ke tempat nabi.

Rasul bertanya: “Sudahkah engkau membunuhnya?”

Ali menjawab: ”Saya tidak menjumpainya  di tempat shalat dan tidak tahu dimana dia berada.”

Rasulullah saw melanjuntukan: ”Sesungguhnya ini adalah tanduk pertama yang keluar dari umatku, seandainya engkau membunuhnya, maka tidaklah umatku akan berpecah. Sesungguhnya Bani Israel berpecah menjadi 71 kelompok, dan umat ini akan terpecah menjadi 72 kelompok, seluruhnya di dalam neraka kecuali satu kelompok ”.

Sahabat bertanya : ”Wahai nabi Allah, kelompok manakah yang satu itu?

Rasulullah menjawab : ”Al Jama’ah”. (Majma’ Az-Zawaid juz 6 hal. 242).

Mari kita selalu rendah hati, karena semakin rendah kita merendahkan diri di hadapan manusia, semakin tinggi derajad kita di sisi Allah. Sebaliknya semakin tinggi kita meninggikan diri/sombong di depan manusia, semakin rendah derajad kita di sisi Allah SWT.

Saya menyadari bahwa apapun yang ada sama kita sekarang adalah titipan Allah belaka, tiada suatupun yang menjadi milik kita. Harta, jabatan, kemasyuran suatu saat kalau Allah berkehendak akan hilang lenyap tak berbekas. Apalah artinya pangkat dan jabatan yang tinggi, harta yang banyak, kalau kita dijauhi Allah dan Rasulnya? Mari kita berdoa bersama, jauhkanlah kita dari sifat sombong dan selalu tawadhu’ dalam keseharian. Saya berusaha tidak akan membeda-bedakan siapapun yang datang kepada saya. Apakah dia pejabat, rakyat biasa atau siapapun, dimata saya mereka adalah sama, karena mereka toh sama-sama makhluk ciptaan Allah? Selagi bisa mendengarkan dan membantu mereka kenapa tidak?

Harta yang banyak, pangkat yang tinggi tak ada gunanya jika kita telah menghadap sang Khalik. Bukankah tujuan hidup kita cuma satu? Yaitu khusnul khotimah disaat ajal datang menjelang? Bukankah hidup kita sangat singkat di dunia ini? Alangkah celakanya disaat nyawa sampai dikerongkongan kita tidak mendapat pertolongan Allah karena kita dijauhi Allah karena kesombongan?

Hal ini merupakan prinsip hidup saya yang tidak bisa ditawar-tawar yang insya Allah akan saya pertahankan sampai akhir nanti.

[Disadur dari: jasmanrizal.com dengan tujuan untuk menebar kebaikan melalui tulisan]

What's Your Reaction?

Suka Suka
1
Suka
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Takjub Takjub
0
Takjub
Keren Keren
0
Keren
GaSuka GaSuka
0
GaSuka
GaPeduli GaPeduli
0
GaPeduli
Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Kontributor LaTahzan
LaTahzan.id adalah sebuah website yang berisikan tentang hal-hal yang menyangkut kegiatan sehari-hari, baik itu kebiasaan, motivasi, penyemangat, ilmu, dan lain-lain. Kamu juga bisa jadi penulis di website ini, cukup daftarkan diri anda.

You may also like